Wednesday, 20 November 2013

Nasihat Sebelum Berpacaran



Nasihat Sebelum Berpacaran

Boy = Customer/Tamu
Girl = Rest Area/Tempat Singgahan

Mau tau apa yang terjadi pada tempat singgahan?
=> LELAKI mampir, makan, mampir, mampir, mampir…

Bagi WANITA, ingin jadi tempat singgahan atau jadi rumah perhentian?
=> Your Life is your Choice. So Choose well, my Dear.

Jangan jadi barang yang “Pecah berarti Membeli”.
=> Tapi lantas dipecahin sama yang nggak mampu beli.

Pacaran itu kayak mampir, Nikah bagai perhentian.
=> Mau jadi tempat mampir, atau rumah perhentian?

Mampir ke tempat singgah tidak perlu komitmen, beli rumah perlu komitmen.
=> itulah mengapa LELAKI lebih rindu rumah dari tempat singgahan.

CINTA tidak selalu indah, karenanya perlu komitmen nikah.
=> Nafsu tidak perlu komitmen, makan pacaran hanya pentingkan rasa nikmat.

Sesuatu yang tanpa komitmen, tanpa ikatan, biasanya disenangi LELAKI.
=> Dia lakukan jika dia suka, ditinggalkan bila sudah tak suka.

Kenapa LELAKI senang hubungan tiada komitmen dan ikatan?
=> Karena masa depan LELAKI tidak dinilai dari masa lalunya.

Tapi WANITA tidak sama dengan LELAKI, kehormatan tiada kembali dua kali.
=> Sungguh tidak bijak bila WANITA rela dengan hubungan miskin komitmen

LELAKI dipilih karena masa depannya, sedangkan WANITA dipilih dengan masa lalunya.
=> Perhatikan baik-baik agar tiada penyesalan!

Saat kehormatan sudah direnggut, WANITA kalang kabut.
=> Sementara LELAKI tinggal kabur, lalu mencari korban yang lain.

Bagi LELAKI yang sudah mendapatkan keinginannya, hilang daya pikat seorang WANITA.
=> Itu terjadi bila hubungan tanpa komitmen nikah.

Begitulah jamak terjadi, kata CINTA diobral murah agar WANITA lemah serahkan kehormatan.
=> Setelahnya, Semua CINTA yang terlisan menguap tiada bekas.

Nafsu mengamputasi akal, sedangkan CINTA menguatkan akal.
=> Nafsu tiada pikir hari esok, yang penting nikmat sekarang.

Bayangkan saat telanjur direnggut kehormatan.
=> Bila dia mau menikahi, itu musibah bagimu, Bila dia menolak menikahi, musibah juga.

Menikahi LELAKI yang sudah berani berzinah sama saja menikahi pezinah di masa depan.
=> Bila dia tiada tobat, sengsara di depan pastilah nyata.

Bila dia yang berbuat lepas tanggung jawab untuk menikahi?
=> Maka kehidupan bagimu berat karena anda membawa beban teramat berat sangat.

Karenanya tiada kebaikan sama sekali dalam pacaran.
=> Itulah ancaman sebenarnya terhadap kehormatan WANITA satu-satunya.

Untuk apa pacaran walau alas an perkenalan, bila WANITA dirugikan?
=> Lebih baik lagi, bila sadar diri belumlah siap, jangan mulai apa yang tak mampu diselesaikan.

Ucapan “SAYANG” tiada menyelamatkan WANITA dari kerugian.
=> Takut tiada berjodoh lalu pacaran, sama saja membeli sengsara masa depan.

Bila saja WANITA mengetahui apa yang dipikir LELAKI saat pacaran.
=> Tentu dia akan meninggalkan detik itu juga. SAYANGnya hanya sedikit yang tahu.

Boleh kau anggap nasihat ini Fiksi, sampai suatu saat jadi bagimu Faksi.
=> Boleh kalian anggap ini menakuti, sampai padamu terjadi.

Pacaran 100% merugikan PEREMPUAN, cepat atau lambat.
=> Pacaran 100% menguntungkan LELAKI, cepat atau lambat.





Bila engkau LELAKI, engkau harus tahu arah saat Melangkah.
Bila engkau PEREMPUAN, seharusnya tahu bagaimana Bertingkah.

COBA PIKIR BAIK-BAIK!
Sebelum menikah saja dia sudah berani berbuat maksiat. Lalu apa yang menghalangnya berbuat maksiat setelah menikah?
Jika sebelum HALAL saja sudah berani katakan “SAYANG” kepadamu………….
Jangan Heran bila setelah nikah ia berani katakana itu kepada WANITA lain.

Jika sebelum menikah saja ia sudah berani melabuhkan tangannya pada tubuhmu………...
Jangan heran bila setelah menikah ia mampu lakukan itu pada WANITA lain.
Yang tiada takut DOSA sebelum Menikah………….
Jangan harap ia takut DOSA setelah menikah.

LELAKI lemah bila diputus,
=> Cari pohon, lalu gantung diri. SAYANG yang dicari pohon cabai.

Pacaran selalu dimulai dengan pengorbanan dan diakhiri saat ada korban.
=> Sebelum semua terjadi, baik kiranya akhiri sekarang.

LELAKI sejati bukan pandai menggalau.
=> Karena itu takkan tertarik model pacaran.

LELAKI yang punya prinsip, menyendiri saat belum siap dan akan meminang saat sudah siap.
=> LELAKI yang tak punya prinsip, lantas pacaran.

LELAKI sejati, bila lamaran ditolak.
=> Dia akan naik pohon kelapa melihat masih banyak WANITA yang menanti lamarannya.

Jangan surut niat taatmu karena acting amatiran LELAKI.
=> Air mata bukan tanda SAYANG, tapi tanda kelemahan.

Lagi pula engkau yang paling tahu, hanya kemaksiatan demi kemaksiatan yang kau buat saat bersamanya.
Lebih baik engkau saksikan dia menangis sekarang sebelum engkau yang menangis dan dia enggan bertanggung jawab.

LELAKI terhormat takkan pertaruhkan kehormatan WANITA.
=> Dia melindunginya dengan tundukan pandangan atau mengambilnya dengan pernikahan.

LELAKI sejati bukan yang banyak Janji.
=> Tapi yang berani datangi Wali, atau menahan diri dari perkataan yang tak pasti.

Catatan :
Aqua Age => Umur remaja dimana remaja masih FLEXIBLE (Mudah Berubah)

Lisankan CINTA dengan pernikahan.
=> Atau berdoalah dalam diam

Bila CINTA hanya pegang tangan, seorang ayah lebih layak dapatkan CINTA.
=> Bila SAYANG sebatas kata manis, ibu lebih layak dapatakan SAYANG.

CINTA itu berat karena ia sepakat dengan Tanggung Jawab.
=> Pacaran jauh dari Tanggung Jawab, yang ada lari tak bertanggung jawab.

SAYANG itu sulit karena ia berjalan dengan komitmen.
=> Pacaran bukan komitmen karena pacaran diciptakan buat manusia yang miskin komitmen.

CINTA tidak harus bersama, SAYANG tidak mesti bersua.

LELAKI terhormat takkan umbar rayu tanpa datangi wali.
=> PEREMPUAN mulia takkan sudi pasang badan untuk nikmat sesaat.

Rangkaian kata bisa diuntai, untaian alasan bisa dirangkai.
=> Pahit itu tersisa terakhir, Penyesalan selalu datang belakang.

0 comments:

Post a Comment